Jumat, 25 Maret 2011

I quit...

Hi you mister, i quit..

I thank you for the great sensational feelings you've gave for the last 3 months.  You've been taking a part of the best things in the journey of life, and I ain't gonna make it become worst.  I realize that love is not about how to drowned someone we love in our world, but it's about how to respect & give the best things for his/her happness.

I set you free for the things you've had chosen. It might be too hard for me in the beginning, but i'm so sure there's always be a sunshine after the rain.  Seems like Axl Rose have said that lovers always come and lovers always go, .
Just go and get your dreams, and I'll get my goals.  Well, I'll be just fine.  Might be someday you'll see that someone you've been forgotten is someone who always remember you, who always pray for your happiness & sad if you're lost in your way.

Nice to know you hi Mr. Nice Guy..
Just keep smillin' & let me keep that bright gently eyes in my mind, if you don't mind, of course.
'The saddest March' is over, and April will be 'The sunshine after the rain'
bye... have a nice weekend


(mejakerjaku, lg suntuk ngadepin kerjaan)
*sok ng-inggris, padahal grammar awut2an :-)

Jumat, 04 Maret 2011

And Now the Saddest March is Coming.. .

Oughhhhh …  betapa sesak dadaku, serasa berada di ketinggian 6000mdpl tanpa O2, Hypothermia, membeku , kaku, nyeri.   Jarak yg tak sebegitu jauh ini membuncahkan bermilliar rindu yg tak tersampai…   
Bahkan hanya tuk sekedar melihat bayangan dan mendengar kabarnya pun adalah suatu kebahagiaan buatku.  Ingin rasanya kurobohkan dinding-dinding ini.  Atau bertukar mataku dengan mata Clark Kent yg bisa menembus ruang & waktu.  Otakku hampa, dan di sini..  jauh di dalam dada ini hampir tak ada rasa…
Aku benar-benar telah kehilangan senyuman dan mata teduh itu.  Betapapun begitu teramat sangat merindukannya, apalah daya wanita yg sedang  jatuh hatinya ini.  Seorang wanita harus bisa menjaga rasa malunya, pun keberanianku hanya sebesar biji spora yg tak kuasa melawan  hembusan sang bayu.
Terlebih engkau benar2  tak 'boleh' aku gapai… atau bahkan mungkin sedikitpun engkau tak pernah memikirkanku.
Ingin rasanya berada di puncak angkuhnya sang arga, lantas kuteriakkan namamu keras-keras.  Biar seluruh batu, rerumputan, lumut dan penghuni lembah mendengarku, menjadi  teman berkeluh kesahku… Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarghh !
Betapapun keras usahaku  membunuh  rasa ini, beratus kali rasa itu tumbuh subur di benakku..
Apa lagi yg harus aku lakukan?  Langkahku pun seperti tak menapak, ringan tak terarah…
"Aku butuh petunjuk arah…  jadilah dirimu selatan,  dan beri tanda hingga kubelokkan arahku menujumu, tentu saja jika kau tak keberatan..."
Ya Rabb,  ketika aku membuka mata hatiku..  mengapa Engkau hadirkan rasaku untuk dia yang tak seharusnya?  Kenapa bukan mereka yg jelas sama denganku.
Bukankah di petikan ayatMu sudah jelas Engkau gariskan ketetapanMu?
Ampunkan aku yg belum bisa memaknainya, dan mencari celah untuk datangnya keajaibanMu
Aku yakin sangat dengan takdir & ketetapanMu
Juga janjiMu untuk orang-orang mukmin yg mencintaiMu & teguh berpegang pada rukunMu
Semoga aku termasuk di dalamnya.. Amin

(Mejakerjaku, selepas Maghrib yg Mendung)
*Kaget, bisa juga aku nulis ttg romance?

Minggu, 27 Februari 2011

Keluarga


Jalan2 di Malioboro, Hmm.. pak Kusirnya somse..

 

Keluarga besar (apa kecil ya?) Lebaran 1431H, di samping rumah kami yg sederhana.. moment yg paling bahagia ketika lebaran ngumpul :)



Adikku sing guanteng dhewe..

Kamis, 17 Februari 2011

...lagi sedih

Dear God,

Terimakasih, cepat sekali Engkau menjawab doaku... 
.. tapi boleh kan aku 'sedih' ??

Senin, 14 Februari 2011

Ketika rasa itu datang...

Sebagaimana ceritaku sebelumnya, moment libur harpitnas ini sengaja aku ambil kesempatan buat pulang, sowan bapak ibu. Seharian gak konsentrasi kerja, pikiran terpecah. Biasalah… penyakit kalau long weekend. Auranya sudah libur aja. Tapi bukan itu sebenarnya...

Jumat sore, pulang kantor langsung menuju Jatinegara. Seperti biasa sendiri. Eh ngga ding, dianter abang ojeg tepatnya. Setelah antri nuker tiket, sembari nunggu adzan maghrib kayaknya nasgor enak juga. Sepiring nasgor tersisa setengah, lumayan.. 3 minggu ini memang napsu makanku ngga jelas. Bagus juga sih, jadi celana dan baju yg tadinya sempit bisa nyaman lagi dipakai.. hehe…(mencuplik iklan… bebebbb, lagi hemattt)

Di musholla depan stasiun penuh antrian orang2 yg mau sholat (maklum kapasitas mushola ini kecil). Saat menunggu giliran, mataku terarah pada sosok dua orang laki2 berambut gondrong berpenampilan (maafa) terlihat seperti preman tengah khusyuk melafazkan bacaan sholat. Hehe, boleh donk komentar… wajah preman tapi hati ustadz, hehehe. Subhanallah.. tiada perbedaan ketika kami sujud menghadap-Mu…

Kereta mulai melaju pukul 8, telat 30 menit dari jadwal (ahh itu sudah biasa, seperti senandung bang Iwan). Sepanjang perjalanan pikiran melayang entah kemana. Seharusnya ada kebahagiaan ketika pulang, mengobati rasa kangen dengan orang2 tercinta. Tapi kali ini lain, ada sebersit kesedihan di sini... sedih karena untuk beberapa hari ke depan tidak akan bisa melihatnya….

Tidak ada yg salah ketika ketika rasa itu datang, tidak juga ada satupun yg tahu kenapa. Aku tidak pernah bisa menemukan jawabannya.

Wahai pemilik senyum & mata yg teduh
Sadar sesadar-sadarnya aku harus melawan rasa itu, karena rasaku belum tentu sama dengan rasamu. Lagipula ada hal yg teramat sangat “principal” untuk bisa diterabas… I hate itand exactly, I know the end before I began…

Izinkan aku menikmatinya untuk saat ini... yeahh saat ini saja

"Yaa Rabb yg maha pembolak balik hati, aku hanyalah hambamu yg hina dina. Tak pantaslah hamba meminta lebih... Engkau maha tahu apa terbaik buat hamba.…"

“….Bantu aku lari, dari bayangmu hasrat melupakanmu..
Usah lagi senyum sapamu mengganggu, engkau bukan untukku ….”
(Kla Project)

Tapi sanggupkah aku kehilangan itu semua?


Myhometown, di ujung sore

Sabtu, 05 Februari 2011


SatNite yg sadnite, gerimis, belum bisa tidur, dah ngarep ada tontonan yg bisa bikin mata melek, tp semua stasiun tivi kayaknya pd kompakan bikin aku melongo... puter otak mau ngapain? Ponakan2 sudah pd hybernet, gak ada yg bisa 'diuwes-uwes'.  Mau pukul2 rantang, tar dibawa ke pos.  Iya kalau diajakin main poker, lah kalau di suruh push up? trus lari2 keliling komplek, kan gak lucu... ya sudahlah coba2 nulis aja.. 
Hikmah gak bisa tidur & disirikin sama stasiun tivi: terciptalah blog & tulisan pertamaku.... horeee (pinjem kata2nya pak Tarno, tolong dibantu ya..prok..prok..prok)


Malming sebelum2nya sih cuma nonton tivi, ndesit'e pol (ndesit=ndeso=katrok).  Ritual yg hanya bisa aku lakuin setiap sabtu minggu setelah memutuskan 'mengadu nasib' di Jakarta (itupun kalau ngabur ke Bogor, tempat masku).  Kalau hari biasa, pulang kerja kadang nongkrong di warung burjo atau nasgor, berakting makan padahal sambil nebeng nonton OVJ.. untung abang2nya nggak engeh (ssstttt...), menyedihkan memang.  Tp gpp lah, meminimalisir biar nggak terpengaruh tayangan sinetron.  Terbukti kan gak pernah nemuin aku ngomong sendiri & bertingkah lebay ky di sinetron (na na na na na.....)


Jakartaaa.. setahun 3 bulan sudah aku mencoba berakrab2 denganmu.  Kalau sudah ngomong macet (tepok jidat), jadi kangen Semarang...
Kantor, teman2 satu team, n' genk maksi yg kadang2 agak kampreto ciciliano sepeda jenki lamborgini asik2 aja.. (yuk yaa yuuukk)
Kerjaan? emm.. dibikin asik ajalah, walaupun beberapa bulan terakhir agak keteteran juga coz kebagian kerjaan 2G yg memang load-nya agak 'lebih' dibanding yg lain.. Alhasil pulang malem terus.  Untungnya akhir2 ini ada 'hawa2' yg bisa bikin aku betah di kantor :)
Chayoo San, sampe bendera putih berkibar, Merdeka! (lhoh?)


Jadi inget klo minggu depan mau sowan Bapak-Ibu, sudah hampir 3 bulan gak pulang, dan ini rekor terlama... gara2 kehabisan tiket pas libur Natal & tahun baru kemaren (*alasan yg 'nggak banget' kan? )


    "Ibumu sudah ngarep-arep, sampe bolak-balik lihat kalender lho", kata Bapak pas di telepon 
    "Inggih Pak, lha wong cutinya harus gantian'E", kataku menjelaskan.

Bisa dimengerti perasaan Bapak Ibu yg kesepian karena dua orang anaknya jauh, paling hanya adikku Gazlo yg bisa setiap waktu mengobati rasa sepi mereka. Doaku selalu agar Allah SWT senantiasa melindungi, memberikan kesehatan & kebahagiaan bagi mereka yg sangat aku cintai.. 
nyuwun lir agenging pangaksami Ibu, Bapak... 
Maafkan anakmu yg blm juga bisa mewujudkan arti kebahagiaan yg Ibu dan Bapak maksudkan...
(*tambah pagi koq jadi melow ya? huhuhu...)


What?? sudah jam 2 pagi? sudah brp liter darah yg aku bagi cuma2 buat kalian hai nyamuk2 (mulai lebay)... Hmm cukup ya, kalau masih haus pergi sana ke PMI..en  satu lagi, beli... jangan mencuri krn mencuri itu haram!


(Bogor, di ujung peraduan)









 
Free Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design