Senin, 14 Februari 2011

Ketika rasa itu datang...

Sebagaimana ceritaku sebelumnya, moment libur harpitnas ini sengaja aku ambil kesempatan buat pulang, sowan bapak ibu. Seharian gak konsentrasi kerja, pikiran terpecah. Biasalah… penyakit kalau long weekend. Auranya sudah libur aja. Tapi bukan itu sebenarnya...

Jumat sore, pulang kantor langsung menuju Jatinegara. Seperti biasa sendiri. Eh ngga ding, dianter abang ojeg tepatnya. Setelah antri nuker tiket, sembari nunggu adzan maghrib kayaknya nasgor enak juga. Sepiring nasgor tersisa setengah, lumayan.. 3 minggu ini memang napsu makanku ngga jelas. Bagus juga sih, jadi celana dan baju yg tadinya sempit bisa nyaman lagi dipakai.. hehe…(mencuplik iklan… bebebbb, lagi hemattt)

Di musholla depan stasiun penuh antrian orang2 yg mau sholat (maklum kapasitas mushola ini kecil). Saat menunggu giliran, mataku terarah pada sosok dua orang laki2 berambut gondrong berpenampilan (maafa) terlihat seperti preman tengah khusyuk melafazkan bacaan sholat. Hehe, boleh donk komentar… wajah preman tapi hati ustadz, hehehe. Subhanallah.. tiada perbedaan ketika kami sujud menghadap-Mu…

Kereta mulai melaju pukul 8, telat 30 menit dari jadwal (ahh itu sudah biasa, seperti senandung bang Iwan). Sepanjang perjalanan pikiran melayang entah kemana. Seharusnya ada kebahagiaan ketika pulang, mengobati rasa kangen dengan orang2 tercinta. Tapi kali ini lain, ada sebersit kesedihan di sini... sedih karena untuk beberapa hari ke depan tidak akan bisa melihatnya….

Tidak ada yg salah ketika ketika rasa itu datang, tidak juga ada satupun yg tahu kenapa. Aku tidak pernah bisa menemukan jawabannya.

Wahai pemilik senyum & mata yg teduh
Sadar sesadar-sadarnya aku harus melawan rasa itu, karena rasaku belum tentu sama dengan rasamu. Lagipula ada hal yg teramat sangat “principal” untuk bisa diterabas… I hate itand exactly, I know the end before I began…

Izinkan aku menikmatinya untuk saat ini... yeahh saat ini saja

"Yaa Rabb yg maha pembolak balik hati, aku hanyalah hambamu yg hina dina. Tak pantaslah hamba meminta lebih... Engkau maha tahu apa terbaik buat hamba.…"

“….Bantu aku lari, dari bayangmu hasrat melupakanmu..
Usah lagi senyum sapamu mengganggu, engkau bukan untukku ….”
(Kla Project)

Tapi sanggupkah aku kehilangan itu semua?


Myhometown, di ujung sore

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design